Doa-doa Mustajab Saat Sa’i ✈
Memperkuat Koneksi Spiritual di Safa dan Marwah
Ibadah Sa’i adalah salah satu rukun penting dalam rangkaian ibadah Haji dan Umroh, yang melambangkan perjuangan dan ketabahan Siti Hajar. Lebih dari sekadar gerakan fisik, Sa’i adalah momen spiritual yang mendalam, di mana setiap langkah dapat diisi dengan zikir, doa, dan munajat kepada Allah SWT. Membaca doa-doa yang dianjurkan selama Sa’i tidak hanya menambah kekhusyukan, tetapi juga memperkuat koneksi spiritual kita dengan Sang Pencipta. Artikel ini akan memandu Anda melalui doa-doa mustajab yang bisa Anda panjatkan di setiap tahapan Sa’i, dari Bukit Safa hingga Marwah.
1. Pentingnya Doa dalam Ibadah Sa’i: Mengisi Setiap Langkah dengan Makna
Dalam setiap ibadah, doa adalah inti dari penghambaan. Begitu pula dalam Sa’i. Meskipun Sa’i adalah rukun yang melibatkan gerakan fisik, namun tanpa diiringi dengan doa dan zikir, ia akan terasa hampa. Doa-doa yang dipanjatkan selama Sa’i berfungsi sebagai pengingat akan tujuan ibadah, permohonan ampunan, rahmat, serta harapan akan keberkahan dari Allah SWT. Ini adalah kesempatan emas untuk berkomunikasi langsung dengan Allah, mencurahkan segala isi hati, dan memohon apa pun yang kita inginkan di dunia dan akhirat.
Setiap putaran antara Safa dan Marwah adalah kesempatan untuk merenung, bersyukur, dan memohon. Doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para ulama menjadi panduan bagi kita untuk memaksimalkan setiap momen Sa’i, menjadikannya lebih dari sekadar ritual, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna dan harapan.

2. Doa Pembuka Sa’i: Mengawali Perjalanan dari Bukit Safa
Perjalanan Sa’i dimulai dari Bukit Safa. Sebelum melangkah, sangat dianjurkan untuk membaca doa pembuka sebagai bentuk penyerahan diri dan permohonan keberkahan. Doa ini dibaca ketika pertama kali mendekati Bukit Safa, sebelum memulai putaran pertama.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُولُهُ إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أو اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأَ بِمَا بَدَأ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ
Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shofaa wal marwata min sya’airillah, fa man hajjal baita awi’ tamara falaa junaaha ‘alaihi an yat thouwwada bihimaa, wa man tathouwwa’a khoiron fa innallaha syaakirun ‘aliim. Abda’u bimaa bada’allahu bihi wasuluh.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai sa’i dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai.” [3]
Setelah membaca doa ini, disunnahkan untuk naik ke atas Bukit Safa (jika memungkinkan) dan menghadap Ka’bah. Di momen ini, angkatlah tangan dan panjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.

3. Doa di Puncak Safa dan Marwah: Menghadap Ka’bah dengan Harapan
Ketika berada di puncak Bukit Safa dan Marwah (setiap kali tiba di salah satu bukit), disunnahkan untuk menghadap Ka’bah, mengangkat tangan, dan membaca doa berikut. Doa ini merupakan pengagungan kepada Allah dan permohonan atas segala karunia-Nya.
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا. لَا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَريكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيْ قَدِيْرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَالْحَمْدُ لله رب العالمين
Latin: Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walilahil hamd. Allahuakbar ‘alaa maa hadaanal hamdullahi ‘alaa maa aulaana. Laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qodiir. An jaza wa’dahu wa nashara ‘abdahu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallahu walaa na’budu illa iyyahu muhlisiina lahuddaina wa laukarihal kaafiruuna walhamdulillahi robbil ‘alamiin.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.” [3]
Doa ini dibaca sebanyak tiga kali, diselingi dengan doa-doa pribadi yang ingin dipanjatkan. Ini adalah momen yang sangat mustajab untuk memohon ampunan, rahmat, dan segala hajat kepada Allah SWT.

4. Doa di Antara Pilar Hijau: Memohon Ampunan dan Kebaikan Dunia Akhirat
Salah satu momen khusus dalam Sa’i adalah ketika melewati area yang ditandai dengan lampu hijau (bagi laki-laki disunnahkan berlari kecil). Di area ini, terdapat doa khusus yang sangat baik untuk dibaca, memohon ampunan, rahmat, dan kebaikan di dunia maupun akhirat.
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbighfir warham wa’fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta’lam innaka ta’lamu maa laa na’lamu. Allahummaghfir warham innaka antal aa’azzul akram. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqina adzaa bannaar.
Artinya: “Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka.” [3]
Doa ini mencerminkan kerendahan hati seorang hamba yang mengakui segala kekurangannya di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui. Ini adalah permohonan yang komprehensif untuk ampunan dosa, rahmat, dan perlindungan dari siksa neraka, serta kebaikan di kedua alam.

5. Doa Penutup Sa’i: Mengakhiri Ibadah dengan Syukur dan Harapan
Setelah menyelesaikan tujuh putaran Sa’i dan tiba kembali di Bukit Marwah, disunnahkan untuk membaca doa penutup. Doa ini merupakan ungkapan syukur atas selesainya ibadah Sa’i dan permohonan agar ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِيْنِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin: Allahumma rabbana taqabbal minna wa ‘aafina wa ‘fu ‘anna wa ‘ala ta’atika wa syukrika a’inna wa ‘ala ghairika la takilna wa ‘alal iimaana wal islaamil kaamil jami’an tawaffana wa anta raadin ‘anna. Allahummarhamni bitarkil ma’aasi abadan wa arhamni an atakallafa maa laa ya’niini warzuqni husnan nazhari fiimaa yurdhiika ‘anni yaa arhamar raahimiin.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, terimalah dari kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kami, dan bantulah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau serahkan kami kepada selain-Mu. Wafatkanlah kami dalam keadaan iman dan Islam yang sempurna, dan Engkau ridha kepada kami. Ya Allah, rahmatilah aku dengan meninggalkan maksiat selama-lamanya, dan rahmatilah aku agar tidak membebani diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat bagiku, dan berilah aku rezeki berupa pandangan yang baik terhadap apa yang Engkau ridhai dariku, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.” [3]
Doa ini adalah penutup yang sempurna untuk ibadah Sa’i, memohon penerimaan amal, kesehatan, ampunan, serta keteguhan iman hingga akhir hayat. Selain doa-doa di atas, jemaah juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, serta membaca Al-Qur’an selama perjalanan Sa’i.
Tabel Ringkasan Doa-doa Sa’i
| Lokasi/Momen | Doa Dianjurkan | Fokus Permohonan |
|---|---|---|
| Mendekati Bukit Safa | Doa Pembuka Sa’i | Memulai ibadah dengan nama Allah, pengakuan syiar Allah. |
| Puncak Safa/Marwah (menghadap Ka’bah) | Takbir, Tahmid, Tahlil, Doa Pengagungan Allah | Pengagungan Allah, syukur atas petunjuk, permohonan hajat. |
| Antara Pilar Hijau | Doa Ampunan dan Kebaikan Dunia Akhirat | Ampunan dosa, rahmat, kebaikan dunia akhirat, perlindungan neraka. |
| Sepanjang Perjalanan Sa’i | Zikir, Shalawat, Doa Pribadi | Meningkatkan kekhusyukan, memohon segala hajat. |
| Setelah Selesai Sa’i di Marwah | Doa Penutup Sa’i | Penerimaan ibadah, kesehatan, ampunan, keteguhan iman. |
Kesimpulan
Doa-doa mustajab saat Sa’i adalah jembatan spiritual yang menghubungkan hati jemaah dengan Allah SWT. Dengan memahami dan mengamalkan doa-doa ini di setiap tahapan Sa’i, ibadah kita akan menjadi lebih bermakna, penuh kekhusyukan, dan insya Allah diterima di sisi-Nya. Ingatlah bahwa setiap langkah dan setiap untaian doa adalah bentuk ikhtiar dan tawakal kita kepada Allah, meneladani perjuangan Siti Hajar yang penuh keimanan. Untuk panduan lengkap mengenai tata cara pelaksanaan Sa’i, Anda dapat mengunjungi artikel kami tentang Tata Cara Sa’i.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Doa Sa’i
- Q: Apakah wajib membaca semua doa yang disebutkan saat Sa’i?
- A: Membaca doa-doa tersebut hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun, sangat dianjurkan untuk membacanya agar ibadah lebih sempurna dan penuh berkah. Jika tidak hafal, bisa membaca zikir atau doa-doa umum lainnya.
- Q: Bolehkah membaca doa dalam bahasa Indonesia saat Sa’i?
- A: Ya, sangat dianjurkan untuk berdoa dalam bahasa apa pun yang Anda pahami, termasuk bahasa Indonesia, setelah membaca doa-doa yang diajarkan dalam bahasa Arab. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan pemahaman makna doa.
- Q: Apakah ada doa khusus untuk setiap putaran Sa’i?
- A: Tidak ada doa khusus yang berbeda untuk setiap putaran Sa’i. Doa-doa yang disebutkan di atas dapat diulang di setiap putaran sesuai dengan posisinya (di Safa, Marwah, atau antara pilar hijau).
- Q: Bagaimana jika lupa urutan doa atau zikir saat Sa’i?
- A: Jangan khawatir. Yang terpenting adalah niat dan kekhusyukan dalam berzikir dan berdoa kepada Allah. Anda bisa melanjutkan dengan zikir atau doa yang Anda ingat, atau cukup membaca Al-Qur’an.
- Q: Apakah boleh membawa buku doa saat Sa’i?
- A: Ya, diperbolehkan membawa buku doa atau menggunakan aplikasi di ponsel untuk membantu membaca doa-doa selama Sa’i. Pastikan tidak mengganggu jemaah lain dan tetap fokus pada ibadah.
Wujudkan Impian Umroh Anda Bersama Panoramaumroh.com! Pesan Paket Umroh Terbaik Sekarang!
Referensi:



